Takdir, Ikhtiar, dan Algoritma Jadi Bahasan Dialog di UAC Mojokerto

Mojokerto, BIDIK — Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Mojokerto menggelar dialog tentang takdir, kehendak bebas, dan algoritma bersama Syeikh Prof. Dr. Jamal Faruq Al-Daqqaq di Gedung Pascasarjana UAC lantai 3, Kamis (22/10/2026).

Dialog tersebut membahas hubungan antara takdir, pilihan manusia, dan perkembangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh program studi di UAC.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah UAC, Dr. Juli Amaliyah Nasucha, M.Pd.I., menekankan pentingnya berpikir kritis dan menggunakan teknologi secara bijaksana. Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan perlu diimbangi dengan keimanan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab agar penggunaannya tetap selaras dengan nilai-nilai Islam.

Dalam pemaparannya, Syeikh Prof. Dr. Jamal Faruq Al-Daqqaq mengajak peserta merenungkan hubungan antara ketetapan Allah Swt. dan pilihan manusia, serta pentingnya berusaha dalam menjalani kehidupan.

Salah seorang peserta, Heny Susilowati, mengungkapkan bahwa seminar tersebut memberinya pemahaman yang lebih luas tentang takdir dan ikhtiar.

“Setelah mengikuti seminar ini, pandangan saya lebih luas dan bisa menerima takdir yang mungkin terkadang seseorang belum bisa menerimanya. Ternyata, apa pun yang kita usahakan itu merupakan sesuatu yang ditakdirkan oleh Allah. Kita memang punya pilihan, akan tetapi pilihan itu dikehendaki Allah,” ujar Heny.

Melalui dialog ini, mahasiswa diajak untuk merefleksikan pilihan hidup di tengah perkembangan teknologi serta memahami pentingnya menyeimbangkan ikhtiar, keimanan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Scroll to Top