10 Dosen UAC Mojokerto Mengikuti PKDP PTP UIN Satu Tulungagung

Mojokerto Bidik – Guna mengembangkan Profesionalisme Dosen Perguruan Tinggi Islam, Direktorat Jenderal Pendikan Islam bersama Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menyelanggarakan Peningkatan Kopetensi Dosen Pemula (PKDP) 2023. Kegiatan ini diikuti 80 dosen yang tersebar di 19 Perguruan Tinggi Keagamaan negeri dan swasta. Dalam kegiatan tersebut, 10 dosen Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto (UAC) terpilih menjadi peserta. 10 dosen tersebut akan mengikuti rangkaian kegiatan PDKP 2023 dengan panitia penyelenggara Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungangung (UIN Satu). Kegiatan tersebut dimulai dari hari Selasa (15/08/2023) berlokasi di Hotel Crown Victoria Tulungagung.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T., mewakili Menteri Agama Republik Indonesia dalam pembukaannya, menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi dosen yang berintegritas, profesional, inovatif, tanggung jawab, dan dan menjadi keteladanan. Dosen profesional yang berintegritas bermakna jujur terhadap segala hal yang termanifestasi dalam pikiran, lisan, dan perbuatan. Profesional berarti bekerja sesuai dengan keahlian dan kompetensinya.

Kegiatan PKDP 2023 ini memberikan kesempatan yang sama bagi dosen negeri maupun swasta untuk mengembangkan kompetensinya. Salah satu dosen dari UAC Mojokerto, Juli Amaliya Nasuca sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi saya secara pribadi, temen dosen, dan juga nantinya akan turut memajukan kampus tempat kami mengabdi,” ujar Juli yang juga Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam UAC.

Lebih lanjut, Amrin salah salah satu dosen UIN Satu mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat produktif bagi pengembangan diri dosen dan dikemas secara menyenangkan.

“Kegiatan ini yang awalnya saya kira membosankan ternyata sangat menyenangkan dengan narasumber yang kompeten, dan tentunya akan menjadikan kami dapat mengembangkan diri lebih professional sebagai dosen,” ujar perempuan kelahiran Salatiga ini.

Kegiatan yang akan berlangsung selama enam hari ini akan diisi dengan kegiatan pengembangan profesionalisme dosen dari jenjang karir jabatan, pengembangan model pembelajaran, penulisan jurnal ilmiah, hingga moderasi beragama. Kegiatan ini nantinya berkelanjutan dengan pembimbingan secara online selama tiga bulan dari Agustus hingga Desember 2023. (PL)

Scroll to Top