MOJOKERTO, BIDIK — Program Studi Perbankan Syariah Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Mojokerto menggelar Seminar Nasional bertema “Green Economy dalam Perspektif Keuangan Syariah” pada Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai 1 mulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh civitas akademika Perbankan Syariah serta delegasi dari berbagai Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di lingkungan Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto.

Seminar nasional ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Islamic Banking Festival (IBF) 2026. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba yang telah diselenggarakan dalam rangkaian festival. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah bekerja sama dengan sejumlah organisasi mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan sebagai bentuk kontribusi akademik dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya ekonomi hijau dan penerapan sistem keuangan syariah yang berkelanjutan.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana pada pukul 08.45 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Program Studi Perbankan Syariah. Dalam sambutannya disampaikan bahwa perkembangan ekonomi global saat ini menuntut hadirnya sistem ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, keadilan sosial, dan keberlanjutan.
Seminar menghadirkan narasumber utama, Dr. Aji Prasetyo, S.E.I., M.S.A., yang merupakan praktisi keuangan syariah, ekonom syariah, dan pemerhati ekonomi berkelanjutan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa konsep green economy memiliki keterkaitan yang erat dengan prinsip-prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga keberlangsungan kehidupan, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, lembaga keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui berbagai program, seperti investasi hijau, pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ramah lingkungan, serta penerapan prinsip-prinsip etika dalam aktivitas ekonomi. Selain itu, mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan seminar berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang diajukan peserta mencakup tantangan implementasi green economy di Indonesia, peran perbankan syariah dalam pembiayaan berkelanjutan, hingga strategi menghadapi krisis lingkungan melalui pendekatan ekonomi Islam.
Melalui kegiatan ini, diharapkan wawasan dan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah semakin meningkat. Seminar Nasional “Green Economy dalam Perspektif Keuangan Syariah” diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong kolaborasi antara dunia akademik dan sektor keuangan syariah untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

