Direktur Pascasarjana Ajak Calon Wisudawan Kenali Sosok KH. Abdul Chalim, Pendiri NU yang Kuasai Banyak Bahasa

Mojokerto, Bidik – Sebelum resmi menyandang gelar wisudawan, para calon lulusan Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim diajak menengok kembali sosok di balik berdirinya kampus mereka. Ajakan itu disampaikan Direktur Pascasarjana, Dr. KH. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., dalam sambutannya pada yudisium di Aula Auditorium Pascasarjana, Sabtu (3/10/2026), bagian dari rangkaian wisuda ke-7 universitas.

Menurut Dr. KH. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., KH. Abdul Chalim, pendiri universitas sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), adalah tokoh besar yang meninggalkan banyak karya. Selain bahasa Jawa, Sunda, dan Indonesia, beliau menguasai bahasa Arab karena pernah belajar di Mekah, juga bahasa Belanda.

Kemampuan berbahasa itu, kata Dr. KH. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., menjadikan KH. Abdul Chalim tumpuan pada masa awal berdirinya NU. Beliau dikirim ke berbagai penjuru Nusantara untuk menyampaikan surat sekaligus mengajak para ulama bersama-sama mendirikan organisasi tersebut.

Sisi sejarah inilah yang, menurut Dr. KH. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., perlu digarisbawahi para wisudawan. Selain menyampaikan ilmu yang diperoleh selama kuliah, para lulusan juga diminta terus belajar. Ia sendiri mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga besar KH. Abdul Chalim.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. KH. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., mengutip Surat Ali Imran ayat 79. Menurutnya, orang yang telah diberi kesempatan mempelajari kitab dan hikmah tidak boleh sombong, melainkan harus menjadi sosok rabbani.

“Jangan sampai sombong, tetapi jadilah rabbani, pengamal ilmu sekaligus pengamal kebijaksanaan. Ini ciri khas alumni universitas,” tuturnya.

Scroll to Top