Lestarikan Budaya Sunda, Komunitas Mahasiswa Pasundan Gelar Festival Budaya Pasundan 2026

MOJOKERTO, BIDIK — Komunitas Mahasiswa Pasundan (Kompas) Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto menggelar Festival Budaya Pasundan 2026 sebagai upaya melestarikan warisan budaya Sunda sekaligus mempererat rasa kebersamaan antarmahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di MTs Hikmatul Amanah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (31/5/2026) mulai pukul 18.00 WIB.

Festival yang mengusung tema “Ngamumule Sunda ku Rasa, Rupa, jeung Wirahma” ini menghadirkan berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya yang bertujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Sunda kepada masyarakat, khususnya mahasiswa Universitas KH Abdul Chalim.

Presiden Kompas, Ade Ahmad Mafaza, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan organisasi untuk menjaga dan melestarikan budaya Pasundan di lingkungan kampus.
Menurutnya, pada awal perencanaan terdapat gagasan untuk berkolaborasi dengan organisasi kedaerahan lainnya di kampus. Namun, karena Festival Budaya Pasundan 2026 merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan Kompas, kolaborasi tersebut belum dapat direalisasikan.
“Harapannya ke depannya semoga acara ini selalu bisa dilaksanakan, karena budaya itu adalah sebagian dari identitas kita,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan parade budaya yang menampilkan busana adat, berbagai peninggalan budaya, kesenian tradisional, serta kuliner khas Sunda. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi edukasi budaya dan pembukaan kegiatan secara simbolis.
Pada sesi Penampilan Budaya I, pengunjung disuguhkan berbagai pertunjukan seni, seperti pembacaan pupuh, tari Jaipong tunggal, duo, dan rampak, serta penampilan lagu daerah Sunda. Sementara itu, pada sesi Penampilan Budaya II, pengunjung disuguhi pertunjukan seni bela diri berupa silat tunggal, silat duo, dan silat rampak yang menjadi bagian dari tradisi budaya Sunda.

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan debus dan sejumlah atraksi budaya lainnya yang mendapat antusiasme dari para peserta dan pengunjung.
Panitia memberlakukan kontribusi sebesar Rp5.000 bagi mahasiswa yang ingin mengikuti kegiatan tersebut. Dengan kontribusi tersebut, peserta memperoleh cendera mata Festival Budaya Pasundan edisi terbatas serta akses untuk menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan di panggung utama.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Mahasiswa Pasundan berharap nilai-nilai budaya Sunda dapat terus diwariskan kepada generasi muda serta menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Scroll to Top