Vidyorasa Festival PGMI UAC Angkatan 2025, Hidupkan Budaya Indonesia Melalui Seni dan Kreativitas

Mojokerto, Bidik — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Angkatan 2025 Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) menggelar Vidyorasa Festival bertajuk “Menghidupkan Budaya Lewat Seni dan Kreasi” sebagai pemenuhan tugas akademik mata kuliah Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Tarbiyah Lantai 3 Universitas KH. Abdul Chalim, Kamis (25/6/2026).

Selain memenuhi tugas akademik, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkenalkan serta memperdalam wawasan mengenai kebudayaan Indonesia melalui seni dan kreativitas.

Siti Karimatus Syifa menuturkan bahwa Vidyorasa Festival bertujuan memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia, khususnya kepada mahasiswa UAC. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa PGMI untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kreativitas, serta turut melestarikan seni budaya Indonesia.

“Selain sebagai pemenuhan tugas akademik, kegiatan ini juga menjadi bentuk upaya untuk memperkenalkan sekaligus memperdalam wawasan kita mengenai kebudayaan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Uci Nur Hayati selaku dosen mata kuliah SBK menyampaikan bahwa setiap penampilan dalam kegiatan tersebut bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi menjadi bukti tumbuhnya kreativitas, kerja keras, dan keberanian mahasiswa PGMI dalam berkarya.

“Mahasiswa kita sangatlah luar biasa, yang menentukan masa depan bukanlah seberapa besar dan mewah kampusnya, melainkan kesungguhan dalam belajar, kemampuan untuk berkembang, dan keberanian untuk menunjukkan kemampuannya,” pungkasnya.

Yhasinta Agustyarini, M.Pd., selaku Kaprodi PGMI mengapresiasi potensi dan kreativitas mahasiswa yang terlihat melalui kegiatan tersebut.
“Mahasiswa PGMI adalah mahasiswa yang multitalent yang mana memiliki banyak tugas selain menjadi seorang pengajar. Hal itu terlihat dalam kegiatan hari ini kalian mampu bekerja sama, memimpin dan yang paling penting kalian dapat mengelola rasa gugup menjadi suatu keberanian,” tuturnya.

Melalui Vidyorasa Festival, mahasiswa PGMI diharapkan mampu terus mengembangkan kreativitas, memperkuat kepercayaan diri, serta menjadi calon pendidik yang inovatif dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia.

Scroll to Top