Generasi Unggul untuk Indonesia Emas 2045, Lemhannas Hadir di Universitas KH. Abdul Chalim
Mojokerto, Bidik — Dalam rangka menyongsong visi Indonesia Emas 2045, Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk “Meneguhkan Peran Agama dalam Memperkuat Nilai-Nilai Kebangsaan untuk Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan tersebut diikuti ribuan mahasiswa dan dosen Universitas KH. Abdul Chalim dan berlangsung di Student Center Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa (12/5/2026).
Seminar nasional ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah, akademisi, dan aparat penegak hukum. Hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C) Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Rektor Universitas KH. Abdul Chalim Dr. H. Mauhibur Rokhman, Lc., MIRKH., serta Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Albarra, Lc., M.Hum.,Selain itu, hadir pula Kapolres Mojokerto Kabupaten AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., Wakil Bupati Mojokerto dr. Muhammad Rizal Octavian, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Drs. Teguh Gunarko, M.Si., Kepala BPN Jawa Timur Dr. Asep Heri, S.H., M.H., QRMP., QRGP., perwakilan Kapolda Jawa Timur sekaligus Karorena Polda Jatim Kombes Pol. Harries Budiharto, S.I.K., M.Si., serta Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H.
Menurut keterangan Dr. H. M. Chabibi, Lc., M.Hum., M.IP., selaku salah satu panitia penyelenggara sekaligus Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, seminar nasional bertema wawasan kebangsaan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Amanatul Ummah dan Lemhannas RI yang telah terjalin melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada bulan lalu di Surabaya.Ia menjelaskan bahwa Gubernur Lemhannas RI menginginkan adanya seminar nasional yang membahas penguatan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Dalam proses penentuan lokasi kegiatan, Lembaga Amanatul Ummah dipilih karena dinilai memiliki lingkungan akademik yang mendukung serta melibatkan mahasiswa sebagai peserta utama seminar.

“Lembaga Amanatul Ummah dipilih sebagai tempat pelaksanaan seminar karena memiliki mahasiswa yang menjadi sasaran utama dalam penguatan wawasan kebangsaan,” ujarnya saat diwawancarai.
Dalam sambutannya, Pembina Universitas KH. Abdul Chalim, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., menegaskan pentingnya momentum seminar nasional tersebut sebagai sarana mendengarkan langsung arahan dari Gubernur Lemhannas RI terkait wawasan kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat.Ia juga mengajak seluruh tamu undangan serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, arahan dari Gubernur Lemhannas maupun Gubernur Jawa Timur menjadi bekal penting bagi para aparatur dan abdi masyarakat dalam menjalankan tugas secara maksimal.
“Marilah kita gunakan kesempatan ini untuk mengikuti arahan-arahan beliau. Kita sebagai abdi masyarakat hendaknya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Mari kita dengarkan sambutan dari Ibu Gubernur Khofifah maupun Gubernur Lemhannas agar kita bisa mengabdi dengan sebaik-baiknya,” ujar Prof. Asep.
Sementara itu, Gubernur Lemhannas Republik Indonesia Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si menyatakan Lemhannas memilih Universitas KH. Abdul Chalim karena kampus ini merupakan salah satu kampus yang berbasis nilai-nilai keislaman dan penting sekali untuk terus di perkuat nilai-nilai kebangsaannya karena di tengah situasi geopolitik global ini menuntut pentingnya memiliki kesadaran tentang pentingnya memperkuat nilai-nilai kebangsaan ditengah distruksi teknologi, berbagai informasi masuk melalui digital, anak-anak muda harus mempunyai kemampuan memilah dan memilih informasi yang ada dan tetap mengedepankan nilai-nilai kebangsaan
“Saya berharap anak-anak muda di Indonesia memiliki semangat juang agar kualitas sumber daya manusianya betul-betul sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan bangsa kita, karena kita dianugerahi oleh Allah kekayaan alam yang luar biasa ini harus dimanfaatkan, dan hanya anak-anak muda yang memiliki skill dan ilmu maka kita bisa menjadi negara yang hebat” Pungkasnya. (Ain/qna)
