Silaturahmi dan Dialog Pendidikan Palestina-Australia Digelar di Universitas KH Abdul Chalim
Mojokerto, Bidik – Kementerian Pendidikan Palestina bersama Kedutaan Besar Australia menggelar kegiatan silaturahmi dan dialog pendidikan pada Rabu (22/4/2026) pukul 15.20 WIB di Aula Gedung Pascasarjana Universitas KH Abdul Chalim.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat penting dari Kementerian Pendidikan Palestina, di antaranya Ihab Y.S. Inayyem selaku Director General Scientific Curricula, Ahmed M.M. Khateeb sebagai Director General Humanities and Social Studies, Ibrahim M.E. Wadah sebagai Kepala Departemen Teknologi, serta beberapa kepala departemen lainnya di bidang bahasa, sains, dan pengembangan pendidikan.

Acara diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an Selanjutnya, Rektor Universitas KH Abdul Chalim, Dr. KH. Maukhibur Rokhman, Lc., MIRKH., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Australia untuk Palestina, Bethany Randell, menyampaikan bahwa Australia telah membangun hubungan yang baik dengan Palestina dan mengakui kenegaraan Palestina.
Ia menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam mendukung kemajuan pendidikan dan kemanusiaan.
Sementara itu, Ihab Y.S. Inayyem mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini mencerminkan adanya pendidikan karakter yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan menjadi bagian dari amal saleh.
“Saya sangat mengapresiasi dukungan dari seluruh dunia terhadap Palestina dan berharap Indonesia serta negara-negara lain terus memberikan dukungan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ahmed M.M. Khateeb yang menyebut bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan bentuk kepedulian kemanusiaan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pertukaran pengalaman serta membangun kemitraan strategis antara Indonesia dan Palestina dalam bidang pendidikan.
“Kami berharap ini menjadi teladan dalam pengembangan ilmu pendidikan dan pengalaman bersama,” kata Ahmed.
Kegiatan silaturahmi dan dialog ini diharapkan dapat mempererat hubungan internasional serta mendorong kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai kemanusiaan.(SN)
