Kiai Asep Hadiri Undangan Presiden dalam Silahturahmi Ulama dan Ormas Islam untuk Perdamaian Dunia

Jakarta, Bidik – Prof. Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, M.A. (Kiai Asep) pimpinan Pondok Pesantren Amanatul Ummah hadir memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia Probowo Subianto di Istana Merdeka pada Kamis pekan ini (05/03/26) dalam rangka Silaturahmi Presiden Republik Indonesia dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam.
Nampak Kiai Asep duduk di panggung kehormatan utama bersama Presiden Prabowo berdampingan dengan tokoh ulama besar lainnya antara lain ; K.H. Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Nurul Huda Jazuli Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri, K.H. Miftachul Akhyar Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. Pimpinan Pengurus Pusat Muhammadiyah dan juga pejabat tinggi negara antara lain Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, S.E., M.Si., Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, H. Ahmad Muzani, S.Sos.
Silahturahmi tersebut diadakan dalam rangka membangun kebersamaan dan memperkuat komitmen menghadapi berbagai kondisi global. Seperti perkembangan geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut, sehingga Indonesia diharapkan tetap kuat, bersatu, dan tidak mudah terpecah belah.
Presiden Prabowo menegaskan kebijakan yang diambil diarahkan untuk kepentingan nasional di tengah dinamika situasi global saat ini. Seperti keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) sebagai upaya membantu mewujudkan kemerdekaan Palestina.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa setelah berkomunikasi secara intensif dengan para pemimpin di Timur Tengah, dan melihat situasi geopolitik global, Indonesia berupaya mendorong diplomasi untuk perdamaian di Timur Tengah.
Presiden Prabowo memilih strategi struggle from within, yakni memperjuangkan kepentingan perdamaian dari dalam forum tersebut. Langkah tersebut, menurutnya, tetap berpegang pada prinsip konstitusi Indonesia serta komitmen terhadap solusi dua negara. Presiden juga menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tetap menjadi pegangan utama Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut Kiai Asep didapuk untuk memimpin doa bersama dalam forum yang dihadiri oleh 158 pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam se-Indonesia, yang mewakili 86 organisasi kemasyarakatan Islam, dan sejumlah tokoh nasional lainnya. (kontributor bidik).

