Mojokerto, BIDIK — Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Mojokerto kembali menggelar Yudisium Program Pascasarjana Tahun Akademik 2025/2026 sesi kedua pada Sabtu (3/10/2026). Kegiatan berlangsung di Auditorium gedung Pascasarjana mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Yudisium sesi kedua diikuti oleh 190 mahasiswa Program Pascasarjana, yang terdiri atas 148 mahasiswa program magister dan 42 mahasiswa program doktoral.
Kegiatan diawali dengan laporan panitia yudisium pascasarjana yang disampaikan Dr. M. Anas Ma’arif, M.Pd. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa total lulusan Program Pascasarjana UAC tahun akademik 2025/2026 mencapai 379 lulusan, terdiri atas 307 lulusan magister dan 82 lulusan doktoral.
Selanjutnya, Direktur Program Pascasarjana UAC, Dr. KH. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., menyampaikan sambutan. Ia menekankan pentingnya ilmu dan adab berjalan beriringan dalam kehidupan akademik maupun bermasyarakat.

Menurutnya, lulusan Pascasarjana UAC diharapkan mampu mengedepankan keilmuan dalam menghadapi berbagai persoalan, bukan pendekatan yang bersifat mistis. Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan nilai halimun, yakni sikap bijaksana yang mampu memberikan jawaban, solusi, serta menjadi penengah dan bersikap moderat ketika menghadapi berbagai persoalan di masyarakat.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Yudisium Program Pascasarjana oleh Ahmad Muntaha Afandi, Ph.D., kemudian prosesi pengukuhan mahasiswa Program Pascasarjana UAC Mojokerto Tahun Akademik 2025/2026.
Pada kesempatan tersebut, turut dibacakan SK mahasiswa terbaik akademik Program Pascasarjana oleh Dr. Muslihun, Lc., M.Fil.I. Predikat lulusan terbaik akademik diraih oleh Achmad Najikh Baihaqi dari program doktoral PAI dengan IPK 3,83; Muhammad Mahdi dari program doktoral MPI dengan IPK 3,79; Sela Premadena dari program magister PAI dengan IPK 3,90; Sholatun dari program magister MPI dengan IPK 3,87; Panpan Alwi Fahmi dari program magister HKI dengan IPK 3,71; serta Rohmatul Kusniah dari program magister PBA dengan IPK 3,85.
Yudisium sesi kedua ditutup dengan doa. Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk memberikan kontribusi dan solusi bagi masyarakat.

