Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Gelar Yudisium, Antarkan 68 Sarjana Menuju Gerbang Kesuksesan

Mojokerto, bidik – Fakultas Dakwah dan Ushuluddin (FDU) menyelenggarakan yudisium yang bertempat di Auditorium lantai 3 Gedung Pascasarjana Universitas KH Abdul Chalim (UAC) hari ini (02/10/26). Acara ini menjadi momentum penting bagi 68 mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan siap berkonstribusi di berbagai bidang keilmuan.

FDU menaungi dua Program Studi (Prodi) yakni Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Acara tersebut dihadiri oleh Dr. H. M. Chabibi, Lc.,M.Hum.,M.IP., selaku Dekan Fakultas FDU, Wakil Dekan FDU Limmatus Sauda’ M.Hum., Kepala Prodi KPI, yakni M. Alvin Fatikh, M.I.Kom (KPI), beserta Sekertaris Prodi Puji Laksono, M.Si., Ketua Prodi IAT, yakni, M. Idris. M.Th.I. beserta Sekertaris Prodi Baharudin Zamawi, M.Ag., dan jajaran dosen Fakultas FDU.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Wakil Dekan FDU Limmatus Sauda’, M.Hum., Setelah pembacaan SK, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ushuluddin sebagai tanda resmi berakhirnya masa studi dan pencapaian akademik para mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, FDU juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa terbaik akademik dari masing-masing program studi. Penghargaan diberikan kepada
Muhammad Fathurroziq (Prodi IAT) dengan IPK 3,64 dan Ana Tahta Alfina Alfa Malak (Prodi KPI) dengan IPK 3,70.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FDU M. Chabibi, Lc.,M.Hum.,M.IP., yang mengingatkan para lulusan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memasuki kehidupan setelah perkuliahan. Ia berpesan agar para mahasiswa tidak hanya berorientasi pada mendapatkan pekerjaan, tetapi juga berani memulai hal-hal yang positif dan memberikan kontribusi bagi lingkungan.

“Nganggur adalah bagian dari kehidupan. Mindset yang harus dibenahi, teman-teman sekalian. Yudisium adalah jalan menuju kesuksesan, pintu gerbang kesuksesan di masa depan, bismillah jalani proses kehidupan ini”, tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong para lulusan untuk terus berusaha keluar dari kondisi sulit dan tidak berhenti pada keadaan yang ada.

“Kalau kita masih berada dalam kondisi nganggur, santai, berarti Anda tidak bisa keluar dari kubangan-kubangan kondisi tersebut. Upayakan untuk keluar”, tegasnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama, dalam wawancara, salah satu mahasiswa terbaik FDU Muhammad Fathurroziq (Prodi IAT) turut memberikan saran kepada mahasiswa lainnya agar terus mengembangkan diri setelah menyelesaikan perkuliahan. Ia menyebutkan bahwa rasa syukur kepada Tuhan dan orang tua menjadi hal yang utama, disertai dengan keingintahuan untuk terus belajar dan memperluas wawasan.

“Perbanyak bersyukur kepada Tuhan dan orang tua itu kunci pertamanya. Terus, curiosity-nya atas segala hal, terkhusus ilmu, ditingkatkan secara terus-menerus”, ujarnya.

Scroll to Top