Silaturahmi Alim Ulama dan Rakernas PERGUNU–JKSN Resmi Ditutup, Tegaskan Penguatan Ukhwah dan Peran Pesantren
Mojokerto BIDIK – Penutupan Silaturahmi Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) digelar pada Minggu (15/02) pukul 13.00 WIB, bertempat di Gedung Serbaguna Universitas KH. Abdul Chalim.
Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan oleh Ketua PW JKSN Provinsi Kalimantan Tengah, H. Nur Yakin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah bisa hadir dan menjadi perwakilan peserta di penutupan JKSN ini. Terima kasih kepada Abah Yai, kedatangan kami disambut dengan baik, kepulangan pun diberikan sangu dan tempat untuk menginap,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas nama seluruh peserta. Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung bahwa Nahdlatul Ulama sebagai organisasi besar memerlukan penguatan sumber daya manusia serta dukungan sumber daya keuangan yang memadai.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum PERGUNU, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik. Ini akan menjadi silaturahim yang mendatangkan banyak rezeki. Mari memberi tekad bersama, jangan putus asa saat menghadapi kesulitan, karena akan selalu ada kemudahan,” tuturnya.
Beliau juga menekankan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia mengingatkan agar semangat perjuangan tidak berhenti pada euforia kemerdekaan semata, tetapi terus dilanjutkan dengan transformasi orientasi pesantren demi mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan penutupan ditutup dengan pembacaan doa oleh Tuan Guru H. Ma’arif dari Nusa Tenggara Barat bersama Syekh Faruq, sebagai peneguh harapan agar seluruh hasil rapat kerja dan silaturahmi membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi umat. (sin/nid)

